Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Linux. Tampilkan semua postingan

Uninstall Netbeans di Linux Ubuntu

Ada dua cara untuk menginstall netbeans di linux ubuntu, hal ini tergantung dari proses installasi netbeans sebelumnyaa.

Install dari Synaptic
System >> Administrator >> Synaptic Package Manager >> cari Netbeans, kemudian unmark

Install dari Terminal
Cari lokasi install netbeans ( /usr/local/netbeans-7.0.1/ ), pastikan ada file uninstall.sh
Ketikkan perintah ini --> sh uninstall.sh

Install Metasploit di Ubuntu 12.04

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara menginstall metasploit secara online di Ubuntu 12.04. Bagi anda yang belum tau tentang Metasploit saya akan membahas sedikit tentang pengertian secara teori saya sendiri , , Hehehehe. Metasploit merupakan suatu software security yang sering digunakan untuk menguji coba keamanan suatu sistem dengan cara mengeksploitasi kelemahan software suatu sistem. Metasploit mennyerang dengan cara mengirimkan exploit pada komputer korban, dan exploit ini berisi payload yang sudah ditentukan oleh penyerang.
Langsung saja ke pembahasan inti yaitu bagaimana menginstall Metasploit di Ubuntu 12.04 ??? sebelumnya anda butuh yang namanya repository terlebih dahulu dengan cara menambahkan repository BackTrack dulu ke dalam Ubuntu anda. Jika belum silahkan mengikuti panduan "Install Repository BackTrack 5 di Ubuntu 12.04"
Jika sudah silahkan melanjutkan ke tahap penginstallan :
  1. Buka terminal
  2. sudo apt-get install metasploit
  3. Do you want to continue [Y/n]? ( ketikkan y )
  4. Tunggu sampai installan selesai
  5. Jika sudah silahkan di coba dengan perintah untuk menjalankan msfconsole

Install Repository BackTrack 5 di Ubuntu 12.04

BackTrack adalah suatu sistem operasi yang difokuskan untuk penetration testing ( Mengetes Keamanan Suatu Sistem ) dan Hacking. Hingga saat ini terdapat lebih dari 300 perangkat aplikasi keamanan yang tersusun dalam hierarki yang user-friendly. Pada tutorial kali ini saya akan menuliskan cara untuk menambahkan repository BackTrack di Ubuntu.
Beriku ini cara menambahkan repository BackTrack di Ubuntu : (1) Import dulu gpg BackTrack 5, (2) Download gpg key BackTrack 5.

Berikut adalah langkah - langkahnya :
  1. sudo wget http://all.repository.backtrack-linux.org/backtrack.gpg
  2. sudo apt-key add backtrack.gpg
  3. sudo nano /etc/apt.sources.list ---> Jika sudah masukkan daftar alamat repository berikut ini :
    Repository dari Official Resmi :

    deb http://all.repository.backtrack-linux.org revolution main microverse non-free testing
    deb http://32.repository.backtrack-linux.org revolution main microverse non-free testing
    deb http://source.repository.backtrack-linux.org revolution main microverse non-free testing

    Repository dari IDWS :
    deb http://backtrack.indowebster.com/repo/all revolution main microverse non-free testing

    deb http://backtrack.indowebster.com/repo/32 revolution main microverse non-free testing
    deb http://backtrack.indowebster.com/repo/source revolution main microverse non-free testing
  4. Kedua repository tersebut pastikan sudah masuk semua
  5. sudo apt-get update

2 Langkah Mengembalikan Grub Ubuntu 12.04

1. mount /dev/sda1 /mnt --> ( sda1 adalah letak filesystem Linux )

2. grub-install --root-directory=/mnt/ /dev/sda


Terima Kasih , , , Semoga Bermanfaat :D

Subnetting Calc


IPCALC : cara kerja ipcalc yaitu mengambil alamat IP dan netmask dan menghitung hasil broadcast, network, Cisco wildcard mask, dan host range. Hal ini juga dimaksudkan untuk menjadi alat mengajar dan menyajikan hasil yang mudah untuk memahami nilai-nilai biner. Menghitung subneting di dalam sebuah jaringan merupakan hal yang sangat penting ketika akan membangun instalasi sebuah jaringan. Di dalam ubuntu sendiri kalkulator jaringan bisa kita gunakan untuk mempermudah dalam perhitungan jaringan terutama subneting.

Cara instalasi : #apt-get install ipcalc

Cara Penggunaan :


Figlet di Teminal


Kali ini saya ingin berbagi ilmu bagaimana cara mempercantik tampilan terminal di Linix kita dengan figlet. Oke langsung aja kita install figletnnya dengan perintah terminalnya :

#apt-get install figlet

Setelah selesai proses installasinya kemudian langkah berikutnya yaitu edit file .bashrc yang ada di dalamnya directory user kita dengan perintah #nano /home/nama_user_directory/.bashrc Jika sudah tambahkan figlet -f smslant "The-Criziest" sebagai contoh di tempat paling bawah pada isi file tersebut. berikut screenshot hasilnya :


TuxCut For Ubuntu 12.04 LTS


TuxCut adalah sebuah aplikasi atau program di linux yang mampu memutuskan koneksi jaringan internet orang lain di dalam sebuah jaringan LAN. Tuxcut bekerja dengan memutuskan aliran paket data antara user dengan gateway dengan menggunakan teknik ARP spoofing. Jika di jendela, aplikasi yang sama dengan tuxcut adalah netcut. Namun Tuxcut memiliki fitur yang lebih dibandingkan netcut.

Sebelum anda menginstallnya, Silahkan Download paket TuxCut di SINI.
Kemudian install paket yang dibutuhkan TuxCut agar dapat digunakan untuk menginstallnya gunakan perintah di terminal :

#apt-get install arp-scan
#apt-get install dsniff
#apt-get install arptables

Setelah semua paket terinstall, Install paket TuxCut yang sudah anda download tadi dengan perintah #dpkg -i TucCut-3.2_all.deb . Jika sudah berhasil tanpa ada pesan error langkah selanjutkan jalankan TuxCut. Jika terjadi sebaliknya, artinya terjadi Error maka update package linux anda terlebih dahulu. Berikut ini adalah perintahnya :

#apt-get install -f

NB : Gunakanlah Tools ini sewajarnya saja !!!


Menggembalikan GRUB di Ubuntu

1. Boot ubuntu live CD
2. Masuk terminal ketik

sudo su
 
fdisk -l
 
mount -t /dev/sda9 /mnt/
 
mount -t proc proc /mnt/proc/
 
mount -t sysfs sys /mnt/sys/

mount -o bind /dev/ /mnt/dev/

chroot /mnt /bin/bash
 
grub-install /dev/sda
 
reboot
keterangan: sda9 adalah partisi harddisk dimana system linux terinstall, dapat diketahui dari perintah fdisk -l

Alternatif lain
sudo fdisk -l
sudo mkdir /media/sda9
sudo mount /dev/sda9 /media/sda9
sudo grub-install --root-directory=/media/sda9 /dev/sda
sudo reboot

Konfigurasi SSH Pada Linux Ubuntu Server 10.04

Software yang digunakan untuk aplikasi remote access berabasis text adalah ssh-server. Untuk melakukan instalasi ssh-server cukup ketikkan perintah berikut:

apt-get install ssh-server

Dalam kondisi default, setelah proses instalasi ssh-server maka kita dapat segera langsung menggunakannya. Jadi kita tidak perlu melakukan konfigurasi apapun selain mengetahui username dan password dari mesin yang akan diremote tersebut Tentu setelah melakukan proses instalasi kita harus segera melakukan pengujian terhadap fasilitas remote access ini. Pengujian ini akan kita lakukan dalam dua contoh. Pertama, koneksi remote akan dilakukan dari mesin lokal dengan cara login dengan menggunakan username yang berbeda dari mesin yang sama. Kedua, koneksi remote akan dilakukan dari mesin windows.  Untuk dapat melakukan remote access pada ssh-server dari mesin Windows, kita memerlukan software ssh-client. Software yang paling banyak digunakanadalah PuTTY ataupun PieTTY. Pastikan kita memiliki software tersebut. Download dari internet bila anda tidak memilikinya. Perhatikan gambar berikut :
 
           1.  Masukkan IP Address pada kolom yang disediakan.
2.  Pastikan kita menggunakan port yang bersesuaian. 
    Umumnya ssh-server berjalan di port 22. Setelah berhasil terkoneksi maka kita akan dihadapkan pada window berikut :
 
           3.  Masukkan username yang terdaftar di mesin yang diremote.
4.  Berikan password yang bersesuaian. 
     Maka kita sudah berada di mesin remote tersebut dan dapat mengeksekusi perintah-perintah seperti layaknya berada dimesin tersebut.

Konfigurasi Samba Pada Linux Ubuntu Server 10.04

Software utama yang kita perlukan adalah samba. Untuk melakukan instalasi software tersebut lakukan saja perintah:

apt-get install samba

Konfigurasinya adalah sebagai berikut :
File konfigurasi utama samba terletak di /etc/samba/smb.conf.
Untuk tujuan kemudahan sharing antara Windows dan Linux ada beberapa hal yang harus dilakukan, misalnya:
·         Tentukan direktori mana yang akan disharing. Path ( lokasi persis ) dari direktori tersebut harus jelas. Contoh, /home/graha, adalah sebuah path direktori yang nanti akan kita sharing dengan Windows.
·         Pastikan bahwa “security” samba di Linux di setting dalam kondisi “share”.
·         Pastikan bahwa user “guest ok” di ijinkan untuk bisa login tanpa password.
·         Pastikan bahwa opsi browseable di setting Yes agar direktori yang di sharing di Linux bisa dibuka dari Windows.
·         Bila perlu atur hak akses untuk dapat menulis di direktori yang di sharing tersebut.
Dalam contoh ini kita akan melakukan sharing direktori /home/graha agar dapat di akses dari Windows. Edit file konfigurasi samba dengan menggunakan text editor nano: nano /etc/samba/smb.conf.

#...
[graha samba]
path = /home/graha
guest ok = yes
security = share
browseable = yes
#...
Seperti pada gambar ini :


Lakukan proses restart terhadap service samba setiap kali kita melakukan perubahan pada file konfigurasi dengan perintah : /etc/init.d/samba restart


Konfigurasi NFS Pada Linux Ubuntu Server 10.04

Sebelum melakukan konfigurasi pada NFS server ini anda perlu melakukan instalasi terlebih dahulu di dalam computer server dengan perintah :

apt-get install nfs-common nfs-kernel-server

Setelah melakukan instalasi denagan perintah seperti diatas kemudian lakukan konfigurasi dengan perintah nano /etc/exports setelah itu sisipkan comment dimana file yang akan di sharingkan tersebut berikut ini :
/home/graha * ( rw, sync, subtree”check ) // maksud dari rw adalah rewrite artinya user dapat merubahnya, kemudian sync adalah mode syncronisasi dan yang terakhir subtree”check digunakan agar di cek semua yang ada di directori graham tersebut.;/pre>
Jika sudah selesai kita melakukan settingan kemudian kita akan merestart NFS daemonnya dengan perintahnya adalah : 
 
/etc/init.d/nfs-kernel-server restart
 
dan kemudian dilanjutkan dengan perintah : /etc/init.d/nfs restart

Menggembalikan GRUB Ubuntu 10.04


Dimana saat memakai 2 Operating Sistem, yaitu Windows dan Linux,  saat Windows bermasalah lalu install ulang, maka GRUB Loader Linux akan hilang.
Di sini saya akan memberikan tips untuk mengembalikan GRUB Loader pada Linux Ubuntu 10.04 :
1.      Siapkan CD Ubuntu 10.04
2.      Masuk ke Live CD dan Pilih ” Try Ubuntu “
3.      Setelah itu masuk ke Terminal dan ketikkan : sudo fdisk –l

Maka akan terlihat pembagian Hardisk anda, perhatikan letak partisi Linux anda berada. Contoh : /dev/sda6. Maka :
sudo mkdir /media/sda6
sudo mount /dev/sda6 /media/sda6
sudo grub-install –root-directory=/media/sda6 /dev/sda
4.      Terlihat Instalation finished. No error reported.., lalu restartlah komputer anda dengan perintah : sudo reboot
5.      Tara….. GRUB Loader Ubuntu 10.04 anda sudah muncul kembali.


Konfigurasi DNS Server Pada RedHat 9

Baiklah tahap selajutnya kita akan mengkonfigurasi Linux untuk di jadikan DNS server, dalam scenario ini pertama kita akan membuat primary Name Server ( NS ). NS ini digunakan untuk mengelola fizasmakdo.sch.id yang terdiri atas 3 buah computer, tepatnya 2 buah untuk client sch.id, karena 1 komputer berfungsi sebagai NS. Computer fizasmakdo.sch.id akan di pilih sebagai primary NS, utilitas yang digunakan untuk praktik membangun DNS server adalah Barkelay Internet Name Domain ( BIND ). Bind manyertakan sebuah daemon atau program bernama named, bind merupakan software client server. Software client disebut resolver karena berisikan query-query infomrasi tentang suatu domain dan mengirimkan query tersebut ke server.sedangkan software server bertugas menjawab query dari client. Fedora telah memecah software Bind menjadi beberapa buat paket aplikasi. Untuk melihat apakah fedora telah terinstall bind gunakan perintah berikut :

Langkah – langkah Konfigurasi DNS Server :

1. Cek apakah Fedora telah terinstall Bind, ketikkan perintah berikut:

[root@bandarlampung ~]# rpm -qa | grep bind

Tahap selanjutnya mengkonfigurasi file-file berikut ini :

· Boot script ( /etc/named.conf)

· Zona file (/var/named)

· Resolver ( /etc/resolv.conf)

2. Konfigurasi named.conf

Jika kita menginstall aplikasi bind-chroot maka named.conf akan disimpan di direktori /var/named/chroot/etc/.sedangkan /etc/named.conf hanyalah sorhtcutnya saja. Biasanya file named.conf sudah ada didalam direktori tersebut, namun apabila belum ada kita buat saja sendiri.

[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/etc/named.conf

lalu tekan huruf a ( untuk insert), select semua srcipt yang telah di siapkan di notepad. Copy lalu paste ke dalam file tersebut.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Berikut script untuk file named.conf

options {

directory "/var/named";

};

zone "localhost" IN {

type master;

file "localhost.zone";

allow-update { none; };

};

zone "0.0.127.in-addr.arpa" IN {

type master;

file "named.local";

allow-update { none; };

};

zone "go.id" IN {

type master;

file "go.id.db";

};

zone "0.168.192.in-addr.arpa" IN {

type master;

file "go.id.rev.db";

};

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena kita telah menginstall aplikasi bind-chroot, file named.conf di letakan di direktori /var/named/chroot/etc maka kita harus membuat link / shortcut file ini ke direktori /etc. gunakan perintah berikut ini :

[root@bandarlampung ~]# ln -s /var/named/chroot/etc/named.conf/etc

3. Tahap Selanjutnya Adalah Konfigurasi File Zona.

Kita akan membuat file zona untuk domain dan reverse domain yang sudah di definiskan didalam file named.conf. File zona ibaratnya database bagi server DNS, file zona akan diisi dengan record atau data-data tertentu. Data data atau record yang di gunakan oleh file zone disebut resources record atau RR. Diatas kita sudah menentukan nama untuk file zone go.id dan reverse nya yaitu go.id.db dan go.id.rev.db. Lokasinya telah ditentukan di direktori /var/named. Namun jika telah menginstall bind-chroot maka kedua file ini harus disimpan di /var/named/chroot/var/named. Kita juga harus membuat link nya ke /var/named/ agar sesuai dengan apa yang telah di definisikan pada named.conf.

4. Langkah-Langkah Membuat File zona net.id.db

Buatlah file go.id.db pada direktori /var/named/chroot/var/named seperti berikut :

[root@bandarlampung ~]# touch /var/named/chroot/var/named/go.id.db

Lalu masukan script go.id.db berikut ini ke file tersebut caranya sama seperti saat kita membuat file named.conf.gunakan editor vi untuk mengedit file go.id.db lalu tekan a, dan paste script nya di file tersebut. Lalu tekan esc :wq! Enter.

[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/go.id.db

Isi file go.id.db

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

$TTL 86400

@ IN SOA bandarlampung.go.id. tari.bandarlampung.go.id. (

2008121000 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS bandarlampung.go.id.

bandarlampung.go.id. IN A 192.168.0.2

tari.go.id. IN A 192.168.0.85

penguin.go.id. IN A 192.168.0.86

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Karena kita telah menginstall aplikasi bind-chroot, file go.id.db di letakan di direktori /var/named/chroot/var/named/ maka kita harus membuat link / shortcut file ini ke direktori /var/named gunakan perintah berikut ini :

[root@bandarlampung ~]# ln -s /var/named/chroot/var/named/go.id.db/var/named/

5. Berikutnya buat juga file go.id.rev.db.

Caranya sama seperti diatas, namun yang berbeda isi dari script nya.

Buatlah file go.id.rev.db pada direktori /var/named/chroot/var/named seperti berikut:

[root@bandarlampung ~]# touch var/named/chroot/var/named/go.id.rev.db

[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/go.id.rev.db

Untuk file go.id.rev.db berikut ini adalah isi script nya, isi file go.id.rev.db

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

$TTL 86400

@ IN SOA bandarlampung.go.id. tari.bandarlampung.go.id. (

2008121000 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS bandarlampung.go.id.

2.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR bandarlampung.go.id.

85.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR tari.go.id.

86.0.168.192.in-addr.arpa. IN PTR penguin.go.id.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

6. Selanjutnya kita konfigurasi juga file zone root dan localhost

file zona root dan localhost biasanya sudah disediakan oleh Bind. Namun jika belum ada atau hilang, anda dapat membuatnya sendiri, yang caranya pun sama seperti cara membuat kedua file diatas. Kebetulan di server yang saya buat file tersebut telah disediakan oleh Bind anda bisa melihatnya dengan perintah berikut :

[root@bandarlampung ~]# ls /var/named/chroot/var/named/

Karena sudah ada maka tahap selanjutnya anda hanya tinggal mengedit file tersebut disesuaikan dengan file zona yang telah tadi di buat, adapun caranya hampir sama seperti cara diatas,dan scriptnya adalah sebagai berikut :

[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/localhost.zone

Amatilah isi file localhost.zone tersebut, lalu samakan dengan script berikut ini. Isi file localhost.zone

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

$TTL 86400

@ IN SOA @ root (

2008121000 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS @

IN A 127.0.0.1

IN AAAA ::1

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Edit juga file named.local

[root@bandarlampung ~]# vi /var/named/chroot/var/named/named.local

Amatilah isi file named.local tersebut lalu samakan dengan script berikut ini. Isi file named.local :

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

$TTL 86400

@ IN SOA localhost. root.localhost. (

2008121000 ; Serial

28800 ; Refresh

14400 ; Retry

3600000 ; Expire

86400 ) ; Minimum

IN NS localhost.

1 IN PTR localhost.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

7. Konfigurasi resolv.conf

Selanjutnya kita harus memberitahu resolver tentang keberadaan Server DNS dengan Ip Address 192.168.0.2. edit file /etc/resolv.conf sehingga tampak seperti berikut ini :

[root@bandarlampung ~]# cat /etc/resolv.conf

file /etc/resolv.conf berisi daftar ip address server DNS. File ini akan dibaca oleh komputer resolver komputer server maupun client.

8. Konfigurasi file hosts.conf

file hosts.conf digunakan untuk menentukan urutan proses resolving. Didalam file hosts.conf terdapat argumen sebagai berikut :

[root@bandarlampung ~]# cat /etc/hosts.conf

{order hosts,bind}

Argumen diatas akan menyebabkan proses resolving akan di mulai dari file hosts barulah kemudian DNS, jadi apapun yang ada di dalam hosts akan di baca lebih dahulu oleh resolver. Ubahlah argumen tersebut sehingga menjadi seperti ini :

[root@bandarlampung ~]# vi /etc/hosts.conf

[root@bandarlampung ~]# cat /etc/hosts.conf

{order bind,hosts}

Argumen di atas merupakan kebalikan sebelumnya, resolver akan mencari informasi dari server DNS terlebih dahulu barulah kemudian file hosts.

9. Uji coba Server

Setelah semua langkah-langkah diatas dilakukan, selanjutnya mengaktifkanserver dengan menjalankan service named, gunakan perintah seperti berikut:

[root@bandarlampung ~]# service named restart

Pastikan tidak ada pesan error, kita dapat mengamati prosesnya dengan perintah berikut :

[root@bandarlampung ~]# netstat -an | grep 53

Lakukan pengecekan server dengan perintah nslookup

[root@bandarlampung ~]# nslookup bandarlampung.go.id

Akan muncul seperti ini:

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Server : 192.168.0.2

Address : 192.168.0.2#53

Name : bandarlampung.go.id

Address : 192.168.0.2

-------------------------------------------------------------------------------------------------------

Lakukan juga pengecekan zona go.id

[root@bandarlampung ~]# nslookup 192.168.0.2. Maka akan tampil :

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Server: 192.168.0.2

Address: 192.168.0.2#53

2.0.168.192.in-addr.arpa name=bandarlampung.go.id

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Lalukan juga pengecekan dari PC dengan perintah ping

C:\Documents and Settings\tari>ping bandarlampung.go.id

Pinging bandarlampung.go.id [192.168.0.2] with 32 bytes of data:

Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64


Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64


Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64


Reply from 192.168.0.2: bytes=32 time<1ms TTL=64


Ping statistics for 192.168.0.2:

Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),

Approximate round trip times in milli-seconds:

Minimum = 0ms, Maximum = 0ms, Average = 0ms